Post

Panduan Estimasi Daya Listrik Event: Cara Hitung Kebutuhan Genset & Distribusi

Audio pecah, LED mati, atau MCB “jeglek” bisa merusak seluruh pengalaman tamu. Estimasi daya yang benar memastikan semua perangkat nyala stabil, aman, dan sesuai regulasi venue.

Dasar cepat (biar nggak salah hitung)

Klasifikasi beban yang umum di event

Langkah perhitungan (step-by-step)

  1. List semua perangkat + daya (W) per unit.
  2. Hitung subtotal per kategori (audio, lighting, LED, dll).
  3. Terapkan faktor simultan/duty (audio 0,6–0,7; lighting 0,7; LED pakai average + cek peak).
  4. Tambahkan margin 30–40% untuk aman.
  5. Tentukan 1-fase vs 3-fase (di atas ±8–10 kW lebih nyaman 3-fase).
  6. Pilih genset dengan target loading 60–80% (efisien & stabil).
  7. Rancang distribusi: MCB/ELCB, pembagian fase seimbang, ukuran kabel, grounding.

Contoh cepat (event 300 pax – panggung kecil)

Inventaris (perkiraan):

Total teoretis (avg) = 3.200 + 1.200 + 1.800 + 300 + 500 = 7.000 W (7 kW)
Tambahkan margin 40% → 9,8 kW ≈ 10 kW.
Karena LED punya peak tinggi, sediakan headroom ekstra. Pilih genset 20 kVA (≈16 kW pada PF 0,8) agar tetap di 60–70% load dan enteng menghadapi puncak.

Tip: Bila venue menyediakan 3-fase 400 V, sebar beban seimbang per fase (selisih ≤10%). LED dan lighting sering ditempatkan pada fase berbeda dengan audio untuk mengurangi noise & drop lokal.

Distribusi daya yang aman

Praktik terbaik di hari-H

FAQ singkat

Q: Boleh gabungkan audio & lighting satu fase?
A: Bisa, tapi lebih bersih jika dipisah fase/feeder, mengurangi noise & drop lokal.

Q: Genset 20 kVA cukup untuk 10 kW?
A: Ya, pada PF 0,8 setara ±16 kW. Targetkan 60–80% load agar responsnya stabil.

Q: Kenapa LED sering bikin MCB trip saat dinyalakan?
A: Inrush current. Pakai sequencer/nyala bertahap dan sediakan margin MCB.